Friday, 14 January 2011

Membaca kode Busi

Membaca kode Busi

Deretan huruf dan angka di dinding busi yang terpasang tak hanya sekadar angka pembeda. Tapi terpenting menentukan karakter dari busi tersebut. Selain terbagi dari bahan pembuat elekroda seperti iridium, platinum ataupun standar, busi juga terbagi atas tingkatan panasnya, dikenal dengan busi panas atau busi dingin.

Menentukan busi apa yang cocok untuk mobil bisa dengan melihat tabel data yang pasti ada dari tiap produsen busi. “Dan memilahnya berdasarkan dari besaran kapasitas atau cc mobil,”

“Makin tinggi angka busi biasanya menandakan bahwa busi tersebut adalah busi dingin,” ungkap di Indonesia. Busi dingin biasa dipakai pada mesin dengan kompresi yang lebih tinggi, seperti mesin yang sudah di up-grade. Sedang busi panas biasa dipakai pada mesin bawaan standar mobil dengan kompresi yang tidak tinggi. “Buat mesin yang masih standar dengan kondisi lalu-lintas yang sering macet bisa memakai busi panas. Fungsinya sekaligus mengurangi kerak hasil pembakaran,”

Membaca Kode Busi
Supaya tidak bingung, mari lihat ilustrasi sesungguhnya. Busi pakai keluaran NGK BKR6E
B = Diameter drat busi 14 mm
KR = Kunci yang dipakai untuk membuka berkuran 5/8 inci di tipe resistor
6 = Menunjukkan tingkat panas busi. 6 tergolong sedang. Semakin ke atas semakin dingin begitu juga sebaliknya.
E = Panjang drat busi 19 mm(S = 9,5 mm, H = 12,07 mm, L = 11,2 mm)

No comments:

Post a Comment

silahkan isi komentar